Showing posts with label emotion. Show all posts
Showing posts with label emotion. Show all posts

Friday, 14 February 2014

Trying till Drop.

NO ONE FIGHTS ALONE - AMSA, BO FK Unsri

Yah. Maap lagi ya, baru sempet buka blog lagi. 
Ini juga karena pertanyaan imut adik tingkat, "Kakak belum nulis lagi?"
Ga tau juga sih, maksudnya dia, nulis materi agak berbobot atau nulis mabok atau malah curhatan galau. Yang penting sekarang aku nulis yaa, D, semoga bermanfaat :D

Ohiya, baru ada ide cemerlang nih, jadi pengen karokean sama ayam, biar ga kalah greget sama suara merdunya tiap pagi, maap udah mulai mabok, maklum baru pulang kuliah jam 5an.

Hari ini tanggal bagus loh, 14 Februari 2014, dan saya menyatakan saya sangat bahaaaaaaagia hari ini. 

Hari ini identik dengan hari Valentine, hari cinta kasih, hari saat semua orang berbagi kasih. Jadi pengen evaluasi diri deh. Mungkin saya sering mengeluh, betapa orang-orang tidak ada untuk saya, saya sendirian, tapi ternyata banyak cinta yang tercipta, bahkan khusus buat saya seorang. Cinta tulus, tanpa pamrih. 

Banyak banget yang bisa saya petik dan tanam lagi, untuk panen tahun depan (?) 

Saya fix senyum-senyum sendiri,
karena hari ini jam 6.30 lewat semenit, kekasih hati saya sudah berdiri di depan kosan sambil bawa teddy bear coklat yang imutnya kelewatan batas. Itu aja udah bikin saya kelojotan, untuk yang ga tau arti kelojotan, maaf folks, saya juga ga tau. Tapi masih ada lagi. Karya tangan *hand made* dari si dia. Gantungan kunci yang terbuat dari benang wol, dibuat 3 hari dengan tangis dan darah, serta jarum kasur. SAYA TERHARU BIRU. Makasih banget ya, K :) 

Tapi bukan ke kekasih aja nih, folks. Namanya juga cinta. Jelas harus mampir ke orangtua dulu dong, folks. Orangtua tersayang, yang sudah melahirkan, merawat, mendidik, membesarkan, mendidik lagi, mencintai, menerima kita apa adanya, membiayai, menangis, tertawa, marah, cuma buat kebaikan kita, masa iya bisa kita lupakan? Orangtua itu pahlawan dan penyelamat hidup senantiasa, mereka tidak terkalahkan. Jamin deh. Dibanding sama semua super hero yang ada di tipi-tipi, mereka jelas yang paling kuat, paling baik, dan selalu ada, bayangin, waktu kita bayi dan butuh bantuan untuk buang air besar, apa ada super hero yang mau bantu kita? 

Ga ada, folks. Cuma ada orangtua kita :)

Bersyukurlah, folks. Masih ada orang-orang yang mencintai kita apa adanya. 

Bahkan, teman-teman kita dari yang paling pendiam, iseng, tidak bisa diamm, sahabat, sampai yang paling menyebalkan pun, TERUS BAHKAN YA, sebenarnya orang-orang kurang suka dengan kita adalah orang yang paling memikirkan kita loh. Gimana engga. Ada muka kita kepampang luas dipikiran mereka.

Jadi santai aja, folks. Banyak kok cinta, buat kita. 

Ohiya, saya ada quote nih, biar kece bijak gimana gitu. Ini sering disebut dimana-mana sih. Tapi salah satunya di film drama, A Walk to Remember. FILMNYA BAGUS FOLKS, NONTON YA. Ini mungkin, arti cinta itu sendiri. 
"Love is patient, love is kind. It does not envy, it does not boast, it is not proud. It does not dishonor others, it is not self-seeking, it is not easily angered, it keeps no record of wrongs. Love does not delight in evil but rejoices with the truth. It always protects, always trusts, always hopes, always perseveres."

Ohiya, soal cinta-cintaan juga nih. Kita juga bisa mengekspresikan cinta kita ke orang-orang yang paling membutuhkan. Sudah dengar Gunung Meletus di Sinabung, Medan? atau mungkin, Gunung Meletus di Kelud? Keduanya membutuhkan cinta kita, folks. Kita semua bersaudara dengan mereka. 

Apa salahnya membantu yang kesulitan? :) Toh, kita juga sering dibantu banyak orang. Setelah semua cinta dan kasih yang selalu kita terima, masih beratkah kita membantu sesama? Coba pikir lagi kawan, kalau kita merasa kesulitan sendiri, tidak ada yang mau membantu atau kita tidak meminta bantuan? :) 

Yaampun tulisan hari ini bijak tingkat kabupaten, panteslah dapet awards miss perdamaian. 

Stop talking, Start loving :)
@AngelaKarenS

Friday, 17 January 2014

Back to My History

Please say sorry when you knew it. 

YES. 
Maap, maap. Udah lama ga nulis, maap. 

Halo. Hello. Hola.
Jadi, singkatnya, saya sibuk, bukan mau sok sibuk sih. Tapi emang sibuk. 

Nafas aja susah, gampang sih, tinggal tarik buang tarik buang, alasannya simpel kebanyakan panggilan, folks. Kalau tidak ada syuting sama ayam tetangga, dengerin musik khas dari tangisan anak tetangga, ada job spesial buat tidur cantik di siang hari, atau kemungkinan besar sih.. nonton. IYA NONTON, BANYAK BANGET LOH FILM BARU YANG KECE. SERIUSAN, INI SAMA SEKALI BUKAN BERCANDAAN. Sengaja di caps lock biar lebih greget

Dari film horror Paranormal Activity : The Marked Ones, kesukaan KP yang di  Bogor, walau pas nonton ada refleks dewa, katanya, sampai film aksi, drama, komedi, sampai film lama semacam Titanic, The Pink Panther, dan Death Note masih saja bisa membuat saya tidak berkedip. 

Oh ya, ngomong-ngomong tentang tidak berkedip, saya lagi kena kelainan aneh nih, folks. Saya tidak bisa membuka mulut dengan maksimal, alias tidak bisa MANGAP. Sumpah, ini mengganggu, apalagi kalau mau senyum manis mempesona, jadi susah kan, padahal senyum ini modal luar biasa untuk kemajuan negara api. Entah kenapa, sejak sebulan yang lalu (bulan Desember 2013), EH SELAMAT TAHUN BARU YA!, itu saya tidak bisa buka mulut sempurna, awalnya hanya di pagi hari, tapi semakin lama sampai sore saya masih tetap mengalami kaku di rahang kiri. Kalau ada yang tahu ini kenapa, tolong kasih tau saya ya, kasian kan ayam tetangga, jadi ga bisa syuting. Ini ga nyambung sih sama tidak berkedip, sorry ya. 

Sebelum lupa nih, saya lagi LIBUR. HAHAHAHA. LIBUR MEN. Udah masuk kuliah lagi ya? Kasian. Saya masuk lagi sekitar 2 hari lagi. Liburan semester yang berjumlah 7 hari ini saya habiskan di rumah tercinta bersama dua orang kocak, baik, bijak, rajin menabung, tidak sombong, dan paling saya sayang, papa mama. Mah, jangan lupa tambahan selipannya ya, aku udah bilang baik tuh

Selama liburan ini, saya sibuk parah, dari guling-guling di tempat tidur orang tua sampai duduk seharian di kursi malas punya mama, enak banget folks, pantesan aja mama betah. Saya juga membantu dalam hal masak dan dimasak, lebih tepatnya, saya menjadi tim khusus memotong, mencincang, mengambil BAWANG, segala jenis bawang. Jadi, kalau butuh bantuan dengan bawang, hubungi saya ya. 

Kabar baik yang agak buruk lainnya adalah saya semakin cantik, sorry-sorry, bukan. Saya akan kembali ke Palembang 2 hari lagi dan berarti saya akan kembali ke rutinitas yang luar biasa padat, tapi kaya kata restoran fastfood terkenal itu, I'm Lovin it, tereteteteeeeeet #backsound. Saya akan kembali menuntut ilmu, belajar, dan tidur dengan rajin. Oh iya, pacaran juga deh, dengan tekun. Seperti kata pepatah, belajar nyenyak, tidur konsentrasi, thanks teman kelas yang jenius atas pepatah yang mencerahkan hidup

NAMUN SEKALI LAGI, saya bercanda kok. Saya serius belajar, folks. Saya ga kebayang kalau nanti saya harus berhadapan dengan pasien dan masih gagap, atau malah berubah sesi jadi curahan hati atau sesi termehek-mehek. Saya jelas akan mempermalukan Indonesia dan seluruh teman sejawat saya di dunia. Belajar seumur hidup, itulah yang harus kami lakukan, doctor and future doctor

Selamat datang 2014, selamat datang BPJS, sebuah sistem yang luar biasa baik namun kurang dalam pelaksanaannya, semoga bisa lebih baik lagi ya, pak menteri. Selamat datang matahari, selamat datang kehidupan. SELAMAT DATANG SEMANGAT BARU! Walaupun banyak kejadian luar biasa di awal tahun ini, contoh banjir dimana-mana, bencana alam, korupsi yang ketahuan, saya yang punya pacar, saya yang syuting sama ayam tetangga season 187, saya yang ga jadi potong rambut, dan masih banyak lagi kejadian luar biasa lainnya; mari bersyukur, mari mulai lagi baru lagi, mari raih kesempatan baru.

Semangat hap, hap.
Maaf kalau tulisan kali ini ada yang menyinggung, memang bermaksud begitu kok, eh, tidak bermaksud menyakiti, hanya kritik membangun. 

Love Out Loud :D
@AngelaKarenS


Wednesday, 26 June 2013

Penyelamatan Perubahan Iklim? Basi?

Yap. 

Pertanyaan pada judul saya tujukan untuk semua pembaca yang unyu-unyu. Sebenarnya, apakah perubahan iklim atau bahasa kecenya climate change ini sudah basi dibahas? 

Sejujurnya. 
Pembahasan mengenai sudah ada sejak lama. Lama banget malah sampai kadang bisa terbilang "basi". Tapi efeknya sekarang? kenaikan suhu global masih meningkat sampai 0,74 derajat celcius pertahunnya. Kayanya, pembahasan mungkin jadi terus berlarut-larut, tanpa aksi nyata yang bisa membuat perubahan.

Ehiya, ini saya mau share. Ada animasi yang bisa menggambarkan situasi manusia sekarang dalam mengatasi perubahan iklim. Animasi ini saya ambil dari film The Inconvenient Truth. Ada yang pernah nonton? KECEE BANGET OM-NYA, eh salah, ARTI FILMNYAAA. Animasi ini tentang penyelamatan kodok ijo unyu. Iya unyu, seriusan kok.



Jadi ceritanya, si kodok ijo nan unyu itu, pertama-tama masuk ke tabung dengan air mendidih, terus dia langsung loncat keluar karena panas banget. Kacian. Laluuu, kodok yang sama loncat lagi nih, ke tabung yang airnya biasa aja. Nah airnya dipanasin, folks. Pelan-pelan, suhu air meningkat. Tapi si kodok ga lagi loncat keluar, dia diem aja di dalam karena dia merasa biasa aja dan bisa beradaptasi. Makanya si kodok harus diselamatkaaaan, kalau tidak, si kodok pasti mati dalam air mendidih, AAAA TIDAAAK, gimana coba kalau ternyata dia pangeran ganteng? TIDAAK.

Itulah kondisi kita sekarang, folks. Kodok dalam tabung yang pelan-pelan semakin panas. Ini berarti kita harus segera diselamatkan, siapa yang selamet-in? Jelas, kita sendiri :)

Efek Climate Change baik bagi dunia maupun Indonesia sendiri sangat parah. Apalagi generasi masa depan, bisa-bisa tidak mengecap indahnya alam sekarang ini. Bersyukurlah kita yang masih bisa melihat langit bersih dan biru, cerah, hujan, dan semua kejadian alam yang menakjubkan. Penjelasan tentang isu climate change lebih bisa dibaca di slide di bawah yaaa. Hehe, lagi mau sok ide dan buat slide presentasi nih.

Keren badai ya, folks. Slidenya. HAHAHA. Oke, sorry, sorry.

Dari isu-isu yang bisa kita lihat bersama, bisa ketauan ya, ternyata banyak permasalahan yang dihadapi Indonesia sekarang yang merupakan efek perubahan iklim.

Coba bayangin, kalau saja permasalahan perubahan iklim ini dapat berkurang, Indonesia pasti jadi jauh lebih baik. Terutama dari sisi kesehatan. Ketika masyarakat Indonesia sehat, fisik dan pikiran jadi jauh lebih baik, berfungsi dengan baik; JADIIII.. perubahan ke arah yang lebih baik pasti bisa doong. Indonesia sehat 2020 pasti bisa tercapai.

Kamu mau kan, Indonesia yang lebih baik? :D

Terima kasih, xiexie, kamsia, thank you, gracias :*
Ayo diskusi yuk, contact me @AngelaKarenS

Monday, 17 June 2013

Stop and Think

Why you should go when you have a time to think? 

Haloo.

Oke pertama-tama, maaf. Maaf banget untuk keterlambatan saya untuk menulis lagi. Emang agak susah ngatur pembagian waktu akhir-akhir ini. Tapi MASIH BISAA! HAHAHA *ketawamiris*

Hari ini saya mau berbagi pikiran aja nih, folks. Diusahain ga curhat deh, hihi. Anggep aja, ini edisi motivasi ato anggep aja saya baru kejeduk pintu. Makasih.

Apa sih yang sebenernya kita lakuin kalau lagi sedih? jatoh? jatoh cinta terus patah hati? terus mau gantung diri di pohon toge? ngga, ini bukan curhat.

Banyak orang yang akan menyarankan kita, "Ayo jangan sedih, maju terus ya" atau "Jangan diinget lagi, masa depan masih panjang, maju aja" atau lagi "Mati ajalah bro" yang ini entah kenapalah, tapi pernah ada, serius.

Kalau dari pengalaman, bukan curhat, saya sering bingung waktu disuruh maju. Mau maju gimana, hati lagi serasa remek hancur gini. Masalah bergelimpangan dimana-mana, air mata berbanding lurus dengan banyaknya masalah. Semakin banyak masalah, air mata juga semakin deras.

Ya terus, gimana?

Ada seseorang, yang pernah menyuruh saya berhenti dan berpikir sejenak. Saat emosi dan malah disuruh mengingat kenapa-bagaimana-kronologis terjadinya emosi itu. Saya langsung menolak mentah-mentah tawaran itu. Siapa juga yang mau inget-inget hal yang buat sakit hati, buat sedih, terus laper dan makan terus? (?)

Tapi saya yang sudah putus asa, bingung mau berbuat apa, akhirnya mencoba.

Berhenti dan berpikir.

Mudah memang sebenarnya untuk berhenti sejenak. Tapi untuk berpikir? Ini tantangan yang cukup sulit. However, manusia itu ciptaan Tuhan yang dilengkapi dengan fitur berpikir, jadi otomatis, manusia pasti bisa. Kita manusia, kan?

Maksud berpikir di sini adalah untuk mengolah semua emosi-emosi itu menjadi hal yang positif, dengan cara evaluasi pada diri sendiri, bercermin. Iya, bercermin. Lihat semua kesalahan dan kekurangan yang ada pada diri kita. Lihat betapa kita ini manusia yang tidak pernah luput dari kesalahan, imperfect.

Coba dipikirkan dan direfleksikan, ketika kita marah, kesal, dan benci pada orang lain karena kesalahannya, pernahkah kita berpikir 'bagaimana saya ketika ada di posisi itu?', 'apakah saya bisa lebih baik?', 'apakah saya yang terbaik?', 'apakah saya bisa seperti dia?'. 'apa yang menyebabkan dia begitu?', 'apa dia sedang kesulitan?'. Begitu banyak pertanyaan yang tidak terjawab dalam emosi. Ketika kita meninggalkan emosi tanpa memikirkannya, pertanyaan ini akan tinggal sebagai luka menganga, yang akan kembali sakit saat disentuh.

INGAT! kedamaian dalam diri hanya bisa didapat ketika kita menerima semua kejadian buruk dan berada di titik terendah. Semua emosi ini sungguh dapat menjadi kekuatan terbesar kita untuk hidup. Motivasi, sekaligus penguatan.

Ingat lagu, what doesn't kills you, makes you stronger? Ini benar, folks.

Percaya aja, masalah yang ada sekarang adalah bagian dari hidup kita. Bagian yang terbaik, yang membuat kita HIDUP. Bukan sekedar hidup, tapi sungguh HIDUP. Naik turunnya kehidupan, banyaknya masalah, hidup yang sulit, semua adalah bagian dari hidup. Tanpa ini semua, tidak ada yang namanya "berbaikan", "senyum kemenangan", "salam memaafkan", "senyum kasih". Banyak hal positif yang bisa di dapat dari masalah, folks.

Soo. Jangan takut untuk berhenti dan berpikir. Mungkin, ada yang berpikir, saya asal tulis saja. Tapi sejujurnya, saya tidak asal tulis, siapa sih, yang belum pernah merasakan masalah? :) Saya juga pernah kok. Kesakitan dan kebingungan. Tangis dan geram. Pernah kok. Tapi saya bisa mengatasinya, just stop and think. 

Ini penting banget menurut saya. Berguna karena ga banyak orang yang bisa melakukan pengolahan emosi, tapi Anda pasti bisa, kan? :)

Good night, Nice sleep, Stay positive. 
@AngelaKarenS

Wednesday, 29 May 2013

A Will to Try

Thousand steps are started by a simple first step -Rafiki (Disney)

HALOOO. Maaf. Mianhae. Sorry. Wo bu qi
Udah lama banget saya ga nulis. 

Maaf, jadwal padet merayap, udah kaya jalan-jalan pada Ibukota pas jam pulang kantor. Nafas aja susah, serius deh. 

Banyaak banget kejadian yang luar biasa akhir-akhir ini.

Dari seneng, sedih, patah hati, sampe pengalaman baru yang ga mungkin bisa dilupain juga ada. Saya ga gitu sedih kok, soal patah hati. Yah, dikit lah. Buktinya saya cuma nangis 4x sehari. Yah ga masalah lah ya. Tulisan saya mengandung unsur lebai yang fantastis, jangan semua ditelen ya, folks

Mau mulai dari mana ya. Hmm. 

SENENG! 
Yap. Paling enak nulis soal seneng. Gampang, simpel. Bikin senyum-senyum imut, ah, saya emang imut.

Senang itu ketika lagi ga ada uang sama sekali, bingung mikirin mau makan apaan, ini pengalaman pribadi, terus tiba-tiba, TIBA-TIBA... JENGJENGJENG, ada uang nyelip di kantong baju. HAHAHAHA. Sumpah itu seneng banget, bahagianya berasa sampe langit ke-7 

Senang itu juga... pas lagi kepepet ngerjain tugas, listrik mati, hujan deras, kamar bocor bikin banjir lokal, kertas tugas kerendem air... *nangishebohdipojokkan dan akhirnya memutuskan buat tidur. Oke, paragraf ini sebenernya sedih. 

Tapi ada hal positif loh, dari semua kelucuan kacau hari itu. TIDUR. Tidur cukup itu langka, folks

Tidur cukup itu ngebuat pas bangun seger, senang, riang, matahari cerah, dan HP yang sepi SMS, ini emang takdir jomblo kongenital, siapa juga yang mau SMS pagi-pagi

Tapi, however, saya cukup bahagia bisa bangun pagi hari itu, bahkan malah lebih bersemangat dibanding biasanya. Tugas juga bisa selesai dengan lebih baik dan maksimal. Muka jadi tambah cantik, putih merona, saya ga iklan kok, sumpah

Dari semua hal yang kita anggep sial, sebenarnya sih, banyak hal positif juga yang bisa diambil dari sial-sial yang numpuk itu. Cuma perlu mengubah sudut pandang aja kok. Stay Calm, folks. Inget aja, bahagia itu simpel. Sumpah, saya terharu bacanya, ya ampun, bijak sekali, super sekali bung.

Yah, walaupun semua bisa diambil positifnya, saya juga ga bisa muluk-muluk amat untuk bisa ngeliat semua masalah dari sudut positif. Sedih juga sering melanda. Apalagi kalau udah di kost-an, ngarep ibu kost masak, dan ternyata Ibu kos kecapean, akhirnya tidur tanpa masak. Mau dilihat positif dari mana yang itu ya #garuktembok. 

Sedih itu biasanya campur aduk sama patah hati dan galau, saya ga galau kok, ngga. Yah, saya kurang makan. Itu paling bikin galau. Tugas menumpuk, ujian tinggal beberapa hari. INI GALAU PARAH. LEBIH PARAH DIBANDING GALAU GARA-GARA PATAH HATI. AAAAAAAA #barusadarbentarlagiujian.

Yah yaudahlah yah. Udah terlanjur. Abis ini belajar deh. Eh, nonton Korea dulu deh. Abis itu belajar.

UHUK. Oke, pindah topik. Sorry meracau, maklum otak udah ga singkron kalau jam segini. Apalagi laper. 

PENGALAMAN TAK TERLUPAKAN! Jadi... Jadi... saya.. setelah hampir 19 tahun sangat membenci, mengutuk, dan tidak pernah BERNYANYI, akhirnya saya bernyanyi. Di depan banyak orang. Lomba sing cover. Lombanya di adain di Gedung Aula RRI, Palembang dalam rangka SHINee World Day, Korea-Korea gitu. Keren acaranya, salut banget sama panitianya, apalagi sama si kakak panitia ganteng.

Sebenernya, lomba ini agak misi bunuh diri buat saya. Tapi gimana juga, saya mau coba. Lagian, saya nyanyi ga sendirian, saya bareng si ganteng R dan si cantik C. Oh iya, lupa. Lagunya lagu Korea. Ada yang pernah dengar lagu, Goose's Dream by Insooni? Keren loooh. Ga kece kalau belum pernah denger, serius. 

Beberapa menit sebelum naik ke panggung, saya baru kena serangan panik. Gimana kalau saya malah bikin grup saya kalah? Gimana kalau jadinya jelek? Gimana kalau saya meracau di depan dan malah koprol di depan juri? Jurinya ganteng banget, sumpah, Gimana kalau saya pingsan terus kejang-kejang? Gimanaaaaa. 

Gemeter tapi tetap maju ke panggung. Kami bertiga bernyanyi, setelah kerusakan mic yang lucu. Untung bukan di tengah-tengah kami lagi nyanyi. Ternyata, banyak juga penonton yang ikut bernyanyi bersama kami. Banyak juga yang tepuk tangan setelah kami bernyanyi. Agak seneng sih, bangga. 

DAN..kami.. kalah. 

Entah kenapa, kalah kali ini, sama sekali ga bikin saya sedih. Malah bikin saya lebih pengen ikut lagi tahun depan, dengan persyaratan persiapan yang lebih matang. Pengen banget bisa sekali-kali, bawa piala pulang dengan embel-embel "Singing..". Ayo R, C, tahun depan, lagi yuu.

Oke. Itu aja buat hari ini. Garing ya? Maap deh, aslinya saya baik, rendah hati, pemalu, dan lucu kok. Jangan lupa follow twitter saya yap, @AngelaKarenS jadi kita bisa ngobrol-ngobrol cantik. 

Makasih. 
LOVEEEE YUUUU! Keep calm and try.

Tuesday, 30 April 2013

A Caution

Halo, folks.

Yap, setelah sekian lamaaaaa saya menghilang, saya kembali *JENGJENGJENG*

Pengen share pengalaman yang agak unik nih. Ga galau lagi kok, seriusan. 

Di suatu hari yang cerah nan indah, hari yang tenang dan cukup membahagiakan, ada seseorang yang cukup tampan dan sumpah, tampangnya bersih-meyakinkan-terawat gitu yang menempati kamar kos di tempat kos saya (FYI, tempat kos saya nyampur cewe cowo dengan harmonis dan peraturan yang ketat) serta berencana tinggal satu bulan.

Senang ada teman kos baru, saya dan teman saya langsung menyapa dengan ramah. Mengobrol riang, curhat, dan bahkan sampai cerita tentang keluarganya. Ternyata, laki-laki ini sudah berkeluarga dan di sini untuk bekerja. Selesai ngobrol riang yang cukup memberi kesan baik, kami kembali ke kamar masing-masing. 

Malam-malam, si dia, mengetuk pintu dan meminta tolong mengenai koneksi internet yang baik di Palembang ini, dll. Dia mengakui kalau dia mau video chat dengan keluarga kecilnya. Tersentuh, saya langsung memberi bantuan dengan meminjamkan modem-saya-yang-baru-diisi-pulsanya, untuk dia. Gimana juga, saya mengerti rasanya sulit menghubungi keluarga, nasib anak rantau rindu rumah

Dengan senang hati dan mohon maaf merepotkan, dia permisi dan menggunakan modem itu. Bahkan malam itu, saya bisa mendengar dia tertawa-tawa dan mengobrol. Sungguh saat itu, semua terasa benar *menatapkearahkejauhankerenkayadifilm.

SAMPAI 2 HARI LEWAT.... segalanya berubah. 

Saya sudah mulai gelisah dan butuh pakai modem. Teman saya akhirnya bertanya pada Ibu Kos kami, adakah si Dia? 

Dan ternyata........

DIA SUDAH TIDAK ADA, KAMARNYA KOSONG, dan DIA BELUM BAYAR BULANAN KOS. Jadi intinya, KAMI SEMUA DITIPU MUTLAK. 

Marah, kecewa, merasa bodoh. Itu perasaan saya. 

Walau sebenarnya saya beruntung karena hanya modem, sedangkan teman saya kehilangan lebih banyak. 

Sungguh, saya tidak mengira bahkan sampai sekarang saya masih berharap dia akan tiba-tiba kembali kaya di sinetron-sinetron, siapa tau dia lupa ingatan terus ternyata dia adalah anak yang tertukar dengan anak bos mafia jadi ga bisa pulang. 

Tapi, semua hanya harapan kosong. 

Folks, seriously, banyak banget modus penipuan yang bermunculan sekarang. Hati-hati. Mereka sungguh profesional di bidang penipuan ini. Saya berharap pengalaman saya ini bisa membantu untuk mengenali modus-modus penipuan sial ini. 

Bagaimanapun, saya sudah merelakan modem atau pun segala penipuan ini. Saya tidak mau menambah dosa saya dengan menanamkan benci atau marah di hati saya. Mending saya doain aja, semoga dia cepet sadar, kalau jalan yang dipilih salah dan sangat salah. 

Seakan-akan sungguh di dunia yang super luas ini, ga ada jalan lain. Masih ada kok jalan, sungguh, lebih baik bekerja keras banting tulang banting buku banting meja, dibanding melakukan hal yang tidak jujur. Serius, pertanggungjawaban nanti akan ada di pengadilan terakhir, folks.

Saya percaya, kebaikan walau menderita, masih jauh lebih baik. 

Thank you! Goodnight.

Wednesday, 17 April 2013

Mahasiswa FK UNSRI Terjebak Kemacetan Sembilan Jam


Haloooo. Ini sebenernya tugas jurnalistik dari Medifka, Badan Otonom di Unsri, tapi boleh lah di share. Bagus juga. HAHAHA. -AKS

            Selasa, 9 April 2013, sebanyak ± 246 mahasiswa/i Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya angkatan 2012, mengikuti praktikum anatomi di Indralaya (KM 32 Palembang). Kegiatan ini berlangsung dari pukul 08.00 pagi dan berakhir pukul 15.00, sebagai informasi, waktu berakhir disesuaikan dengan pembagian kelompok belajar yang telah ditentukan sebelumnya. Kebetulan pada hari itu, dua kelompok terakhir (L1 dan L2) yang berjumlah masing-masing 73 mahasiswa/i, pulang paling akhir yaitu pada pukul 14.00 (L1) dan 15.00 (L2). Praktikum hari itu berjalan sangat lancar. Tantangan baru dimulai ketika perjalanan pulang ke Palembang, kemacetan menanti mereka. Bis-bis yang mereka naiki hanya bisa bergerak ±5 meter/jam.
            Kemacetan ini disebabkan adanya dua kecelakaan di perjalanan Indralaya-Palembang. Kecelakaan pertama (tabrakan antara truk dan truk) terletak di sekitar km 28 dan kecelakaan kedua terletak di km 20 (persenggolan antar mobil pribadi). Kendaraan-kendaraan yang tidak sabar dan berusaha memotong jalan pun juga semakin menambah kemacetan dalam perjalanan tersebut.
Melihat kenyataan ini, mahasiswa/i ini hanya dapat berpasrah dan berharap kemacetan ini segera berakhir. Harapan ini sirna ketika mereka masih berada di km 27 pada saat pukul 20.00. Tapi mereka tidak kehilangan semangat belajar. Untuk menanggulangi beban kuliah dan tugas yang harus diselesaikan keesokan harinya, mereka mengupayakan belajar bersama di dalam bis. Mereka berdiskusi dan saling berbagi ilmu yang mereka ketahui. Mereka juga berusaha memecah suasana khawatir dengan bernyanyi bersama, lagu-lagu pop, jazz, bahkan dangdut sudah mereka nyanyikan. Hal ini jelas membuat suasana di dalam bis menjadi heboh dan lebih menyenangkan.
Perlahan tapi pasti, bis mereka akhirnya mencapai Palembang pada pukul 23.30 dan mereka dapat pulang ke rumah masing-masing. Meski berat dan banyak tantangan, perjalanan Indralaya-Palembang ini jelas telah memberikan pengalaman yang berharga yaitu kebersamaan dan persahabatan yang terjalin selama 9 jam di dalam bis.

Tuesday, 2 April 2013

The Face of Climate Change, Earth Day 2013

Yah, cape sih, ga enak sih, tapi siapa lagi kalau bukan kita? -anonymous

Oke, terinspirasi dari seorang kakak tingkat yang tiba-tiba (baca:maksa) membantu dia untuk membuat konsep acara Earth Day 2013, saya malah jadi sangat tertarik dengan hari bumi ini. Udah pada tau tentang Hari Bumi? 

Jangan takut kalau ga tau, folks

Awalnya saya juga tidak tau, tau sih dikit. Saya tahu kalau.. Hari Bumi adalah... adalah....... Hari untuk Bumi.  Keren kan? Singkat dan padat. 

Hari Bumi lahir pada 22 April 1970, ketika lebih dari 20 juta warga Amerika turun ke jalan, taman, auditorium, dan kelas-kelas lintas negara untuk mendemonstrasikan pandangan mereka demi lingkungan yang sehat dan cara hidup yang baik. Kejadian ini mendorong pembentukan "U.S Environemental Protection Agency and The Passage of the Clean Air, Clean Water, and Endangered Special Acts". 

Sekarang, seperti yang kita ketahui, Bumi semakin panas. Kita semua berada diujung kemusnahan dunia akibat pemanasan global dan permasalahan lainnya. Tapi masih ada kesempatan bagi kita semua untuk melakukan tindakan. 

Mungkin kita selama ini hanya mendengar di radio, membaca koran, ataupun menonton TV, mengenai cara-cara menyelamatkan Bumi dan betapa hebohnya "Penyelamatan Bumi" itu sama kaya penyelamatan cinta yang diujung tanduk akibat salah satunya sudah berhenti berusaha untuk mencintai. Sorry, bukan curhat kok, kenyataan *nangisdipojokkamar.

Sebenarnya, kunci dari misi penyelamatan bumi ini ada pada kita semua. 

Ketika kita berhenti menggunakan listrik secara berlebihan, memakai kendaraan secara efektif dan efisien, menggunakan air, serta menjaga kebersihan lingkungan kita sendiri, menggunakan barang untuk beberapa kali, mendaur ulang, menggunakan sumber daya alam secukupnya, bumi tentu akan tersenyum kembali.  

Teorinya sih, gampang. Tinggal matiin keran, matiin lampu, blablablablablabla yang sering dibilang di TV-Radio-Koran ituloh. Praktiknya yang agak....sesuatu. Belum lagi, misal, misal, MISALNYA DOANG, saya sudah memungut sampah, membuang di tempatnya, bahkan menyapu jalan, tapi teman saya tidak, teman saya malah membuang sampah di jalan, teman saya juga tidak membalas cinta saya, eh sorry. Entah sih, tapi menurut saya, sia-sia aja, iya ga sih?

Makanya, sekarang saya-yang-lagi-agak-lurus ini, mau mengajak semua teman, kakek, kakak, abang, adek, sepupu, tetangga, kucing tetangga, dan seluruh alam jagad, dari dulu saya bingung, jagad atp jagat sih? bikin galau aja, buat mulai peduli sama Bumi kita ini. 

Kan, mau ga mau, kalau Bumi ini tersenyum, pasti senyumnya akan membuat kita tertawa. Jangan sampai, semua usaha teman-teman pencinta dan penjaga Bumi ini jadi sia-sia gara-gara kita males buat buang sampah ditempatnya. 

Kita bisa beraksi per kelompok juga. Baik dari organisasi ataupun lewat kelompok-kelompok pribadi. Jelas, hal ini akan berefek lebih baik bagi Bumi, Lebih banyak, lebih baik kan? sama kaya iklan, yang lebih mahal banyak, ga ada hubungannya kok, ga usah dipikirin, saya tiba-tiba inget aja. Sekarang udah banyak juga referensi buat penyelamatan bumi ini. 

Ada nih, satu website yang bikin saya ngiler dan nganga kaya anjing sepupu. Namanya Earth Day Network, bisa di cek di Earth Day Network.  Sumpah ini keren. ISMKI (Ikatan Senat Mahasiswa Kedokteran Indonesia) juga mendapat referensi  konsep Hari Bumi dari sini, loh. Didukung ya, folks.


Ini ada salah satu proyek yang dibuat sama EDN, The Canopy Project | Earth Day Network (Proyek untuk penanaman pohon di daerah-daerah). Bisa dilihat-lihat, atau juga bisa dibagi-bagi lagi ke keponakan, adik, sepupu, dan lain-lainnya. Keren loh, kalau sampai nama Indonesia masuk ke Highlights of The Canopy Project. Lebih gampang lagi, bagi para facebook-ers, twitter-ers (?), blogger, dibanding nge-galau ga jelas, mending galau-in Bumi kita, bisa di share, pakai "#faceofclimate". 

A movement can be started by one person. Kalimat jelas, singkat, padat di sebelah Barat ini, sudah cukup menjelaskan betapa Bumi membutuhkan bantuan kita. Tidak perlu banyak orang, hanya butuh satu orang peduli yang membantu Bumi, Bumi akan kembali bersinar. Ga ada salahnya kan, kita membalas kebaikan Bumi? ;;) ya ampun, saya bijak banget hari ini, sampai terharu sendiri, ya ampun.

Ditunggu loh, aksinya tanggal 22 April 2013 dan setiap harinya, folks
Selamatkan Bumi! #faceofclimate

Sunday, 31 March 2013

Pesanku pada Langit


Langit.

Aku mencintaimu, langit
Walau tak mungkin lagi
Aku merindukanmu, langit
Walau langit pun tahu, tidak mungkin lagi

Begitu mudah hatiku bahagia
Ketika kamu ada, ketika kamu tersenyum
Begitu mudah hatiku hancur
Ketika kamu pergi, langit

Aku mencintaimu langit, dan itu salahku
Tidak, bukan kamu, tapi aku
Akulah yang tidak bisa melupakan
Hatimu, senyummu tinggal di pikiran

Hitam pahit, sunyi hampa
Pergi, kataku
Tapi aku menangis
Dan akhirnya memohon langit untuk kembali

Kini kemana aku harus pergi?
Haruskah aku menghapusmu?
Apakah kamu mau aku pergi?
Apa yang kamu inginkan, langit?

Dan kini kamu terdiam, langit
Mendung dan sedih
Mungkin memang, lebih baik aku pergi
Meski hancur, meski gelap

Galau maksimal, folks. Sumpah. *Nangisdipojokkan.

Happiness to My History

YAAP, IYAIYA, sabar ya, yang kangen.

Iya, ini lagi mau ditulis kok, sabar ya.

Sejak kecelakaan yang mengharubiru itu, saya jadi hati-hati.
Tapi,
Sehari setelah kecelakaan, tangan saya luka, hari selanjutnya, kaki. 
Tapi ini bukan salah saya, diulang lagi, BUKAN SALAH SAYA. Jelaslah. Meja sama kursi kenapa ga minggir pas saya lewat? kan jadi nabrak. 

Oke, oke. 

Dirangkum aja lah ya.
Tanggal 25 Maret 2013, dua orang yang saya sayangi ultah, kakak tingkat dan seorang lain yang dekat. Dua orang yang berharga :3 Dua orang yang selalu bikin ngakak dan kesel di saat yang sama. HAHA.
HAPPY BIRTHDAY AGAIN YOU TWO. God Bless You.

Tanggal 27 Maret 2013
Hari ini Ultah Sahabat yang sangat unyu, baik hati, dan tidak sombong, oh iya, masih jomblo kok. Cowo, ganteng. Kalo mau, hubungi saya aja ya.
Saya relain kaki saya yang sakit untuk menempuh jarak ke tempat si sahabat bersama teman-teman dekatnya, untuk ngasi kejutan yang berbau telur. Iya, bau telur. Dia disambit telur, folks, yang udah busuk 2 bulan. Bayangin aja ya.

Ga bermaksud jahat kok, cuma bermaksud buat hari kamu, ga akan terlupakan. Be happy, best friend, R.

Tanggal 29 Maret 2013, hari Jumat Agung. Hari paling galau sealam semesta. 
Tapi hari ini saya ketemu sama temen mama dan papa yang udah kaya orang tua sendiri, bahkan plus plus di ajak makan sama mereka, dan keluarga besar mereka. Oke. AAAAAAA MATII....................

Sumpah panik. Tangan dingin, kepala pusing, badan bergetar, pupil membesar. 

Gimana coba, gimana. Diajak makan. Ketemu keluarga besar mereka yang saya ga kenal. Ada sih yang kenal. 3 orang. AAAAAA, TETEP AJA. 

AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA. Gapapa, ini cuma mau pencet A gede aja, enak sih.

Ternyata ga seburuk yang saya bayangkan, mereka ramah dan baik. Ternyata juga, saya kangen banget sama tiga orang ini huahuahuahua. Pengen peluk cium cupcup satu-satu. Cuma 1 jam kami mengobrol, percaya deh, itu singkat banget, apalagi kalo udah berbulan-bulan ga ketemu. 

Saya diantar pulang, mengucapkan terima kasih, dan dadah paling ga rela ke semuanya. Semoga kita cepet ketemu lagi ya, guys.

Hari ini juga ultah si unyu E, yang akhirnya cukup dewasa untuk mendapat KTP. Happy Birthday to you, be who you are, and always do your best :3

Tanggal 31 Maret 2013, alias hari ini. Papaku ultah bertepatan dengan Paskah. Jadi hari ini super sekali saudara-saudara. 
I LOVE YOU SO MUCH DADDY :* maaf banget saya di sini, ga ngasih kado, cuma ngasih rekaman suara sumbang yang mempesona, iya pah, aku tau kok, bagus banget kan? ckckck. Maaf ya. 

Yah hari ini sih, hari males-malesan banget. HP sepi, sekalinya ada sms, udah lari-lari ngarep, taunya sms operator. Nasib jadi Single. Apa boleh buat lah. At least masih ada....... GA ADA SIAPA-SIAPA. Oke, fix banget galau.

Yaudahlah........ Bersyukur aja, hari ini masih bisa makan minum sendirian, jalan kemana-mana sendiri juga. Ga galau kok, ga. Garuk-garuk tembok.

Oke deh, mau tidur lagi aja. Makasi ya udah baca. Meski isinya hari ini sangat, sangat berkesan, jangan terharu gitu dong. 

See you, keep praying.

A History to Remember


Hari itu. Seharusnya bersejarah. Harusnya sangat menyenangkan. -20/03/2013

ENGGAAAA. Ini bukan curhatan galau. Baca aja kalo ga percaya.

Pagi itu kami berangkat dari kos. Tanpa ragu dan sangat senang, karena saya menebeng, lagi-lagi, dalam rangka mengirit. Akhir bulan, folks.

Kami, tujuh orang, dalam satu mobil, berangkat bersama menuju tempat praktikum, yang ditempuh dalam waktu 1 jam. Saya duduk di tengah, dengan F, K di kanan dan kiri saya. Kedua sahabat saya. Ketika kami menyadari waktu semakin menipis, teman saya memutuskan untuk mengebut. Saya yang tidak menyukai adegan kebut-kebutan ala koboi ini, akhirnya memejamkan mata, berusaha tidur.

Kejadiannya sangat cepat.

Saya mendengar teriakan teman saya. Dengan cepat saya membuka mata, saya melihat segalanya.

Mobil hitam itu mengambil jalur kami dari arah yang berlawanan dengan kecepatan tinggi. Teman saya berusaha mengendalikan mobil yang kami kendarai. Mobil kami mulai bergerak tidak terkendali, ke kanan, ke arah truk-truk besar, dan ke kiri, rawa dan toko kecil. Demi menyelamatkan kami, teman saya yang membawa mobil pun membanting kemudi ke kiri. Dan kami menabrak pohon dengan sangat keras.

Tuhan. Saya membatin. Saya membatu. Saya tidak tahu apa yang saya harus lakukan.

Saya merasa badan saya terpelanting dan menabrak ke arah depan. Gelap.

Beberapa detik, saya membuka mata, saya masih ada di tempat duduk saya, dengan posisi menunduk ke bawah, tas saya yagn saya pangku terlempar ke bangku depan. Kacamata saya terlepas dan ada darah di tangan saya. Saya panic. Saya langsung memegang kepala saya yang sakit berusaha mencari luka. Saat itu, saya tidak bisa mendengar, telinga saya berdenging dengan keras.

Tapi, saya tidak terluka. Sekejap, saya merinding. Saya langsung menoleh ke kanan, ke arah F, melihat keadaan sahabat saya. Dia terluka. Darahnya mengucur dari hidungnya. Saya terkejut dan syok. Saya menoleh ke kiri, K, dan lega melihatnya masih bisa membuka pintu dan keluar dari mobil.

Kerumunan orang segera menghampiri. K berpegangan pada saya, Ia tidak mampu bergerak, saya berusaha berpikir, teman-teman ayng duduk di bangku belakang tidak bisa keluar. Saya memohon kepada bapak yang ada di dekat saya, untuk membawa K ke tempat lain. Saya berusaha menarik kursi tengah agar teman yang di belakang bisa keluar. Tapi tangan saya bergetar. Saya tidak kuat menariknya.

Lagi-lagi bapak itu menolong saya menarik kursi tengah tersebut, dan teman saya akhirnya bisa keluar.
Saya mengangkat barang –barang K. Ketika tiba-tiba pandangan saya menggelap, dan semuanya lenyap. Sesaat saya berpikir saya buta. Saya sudah mengerjapkan mata, tapi tetap tidak ada yang terlihat. Saya dituntun untuk duduk oleh beberapa orang. Saya duduk . Berusaha melihat, walaupun sia-sia. Saya sungguh takut.

Perlahan, saya melihat cahaya dan semua kembali normal. Saya bernafas lega. Saat itu saya melihat mobil kami. Mobil itu hancur, seluruh bagian kanannya rusak, kapnya menganga. Saya jadi ikut menganga (?).

Kami segera dilarikan ke UGD RS terdekat untuk mendapat perawatan.

Beruntung bagi kami, tidak ada tulang yang patah, tidak ada organ yang terluka. Hanya trauma-trauma ringan serta memar.

God, You are almighty. I know and I believe that You are there, protect me. If You’re not, I might be not in the world again now. God, my Dearest Lord, THANK YOU FOR YOUR CHANCE.

Thursday, 7 March 2013

From Ear to Brain part II

"Mana yang lebih baik, apa yang terlihat atau yang tidak terlihat dari seseorang?"- noname.

Dika
Konser Musik. Sore ini. HEYEAAH. Ajang yang sudah ditunggu semua orang populer, atau yah, yang merasa diri populer. Dika juga. Sejujurnya dia sudah mengajak Desi, kekasih hatinya untuk periode Februari 2013 sampai waktu yang tidak ditentukan, untuk pergi bersama. Tapi apa boleh dikata, kata Desi identik dengan penghematan. 

Galau menyerang kedalaman hatinya, jantung, dan jiwa raga menjadi lemas, ombak bergulung, hujan membasahi rerumputan yang bergoyang, kucing-kucing berteduh, bumi berhenti berotasi... oke ini lebay, bumi berhenti berotasi? GILA.

Dika pun beralih pada teman semasa kecilnya, Arjuna Putra.

"Jun...."

Selintas pandang, Arjuna tidak semenarik Dika, atau selama ini Dika berpikir begitu. Arjuna tidak setampan Romeo yang mendapatkan Juliet nantinya. Tapi banyak wanita yang menempel padanya. Kenapa? Mudah saja, Arjuna mengerti wanita, prinsip hidupnya se-simple lagu Ada Band, karena wanita ingin dimengerti, lewat tutur lembut dan laku agung...

"Iya?" jawab Arjuna dengan pandangan menyelidik pada kawan seperjuangannya itu. Ia sangat mengenal Dika, ga mungkin dia ga ada maunya. 

"Kita kan temen udah lama, gue udah nganggep lu sodara gue, jadi...... temenin gue ke konser yuk...." balas Dika dengan suara memelas dan manja yang dipaksakan. Hanya butuh 1/10000000000 detik untuk penyesalan seumur hidup Dika. Ini langkah yang super salah. 

"KONSER? Lu gila apa? Kita bakal ujian bentar lagi, dan lu mau nonton konser ga jelas itu? CUMA BUAT KEREN DOANG? Pantesan aja Desi ga mau nemenin lu. Ga mau gue, udah mahal, cuma bisa liat artis kaya semut...." tandas Arjuna dengan keji dan langsung melangkah menjauh duduk di kubu Desi. Kubu penolakan-pergi-ke-konser.

Oke, fine. Yah, segala langkah kan boleh dicoba, pikir Dika. Kegalauan kembali menggandrungi dirinya, kini ditambah kekecewaan pada Desi+Arjuna. Lama-lama mereka semakin mirip. 

Dia menengok ke kanan 45 derajat, ini beneran 45 derajat, ga ada lintangnya kok. Oke. Ada si cewe pensil. Siapa lagi deh namanya. 

Mengaduk tas, Dika menemukan pensil itu. Pensil buruk rupa dengan ukiran nama R a h m a. Secercah ide yang jarang muncul dipikiran Dika, muncul. 

Rahma
Rahma menunduk, dengan wajah dingin dan datar. Berusaha belajar dan fokus. Tapi keseriusannya terpecah. Ada suara berat yang selalu ngoceh mencari perhatian. 

Berisik banget sih jadi orang. Ke konser aja ribet, apa-apaan dia. Pergi aja sendiri. Pikir Rahma kesal.

"Rahma." panggil sebuah suara.

Tanpa menjawab dan enggan, Rahma mengangkat wajahnya dari catatan terperinci mengenai apa yang harus dilakukan hari ini dan juga catatan pelajaran hari ini, semua terstruktur dan sangat rapi. Serius, semua orang pasti terkejut melihatnya, dan bereaksi, "GILA, RAPI BANGEET! LU KOK BISA SIHH.. KERENN" terus dibawa kabur ke tukang fotokopi. Beginilah perihal nasib catatan dengan tulisan bagus, diingini khalayak ramai.

"Mau ga ke konser musik sore ini? Temenin gue?" bisik suara itu, memelas dan penuh rayuan. 

Sejujurnya, Rahma suka band ini. Sesungguhnya, Rahma sudah punya tiket ke konser ini, tapi dia berencana pergi sendirian. Hati nurani Rahma terusik. Harus apa, dia mengorbankan kebahagiaannya bersama laki-laki yang bahkan tidak dikenalnya atau haruskah, diberi kesempatan?

"Boleh. Mau ketemu jam berapa?" jawab Rahma lirih, pasrah, dan berharap ini bukan langkah yang salah. 

Senyum kecil muncul di wajah itu dan jawaban panjang meluncur cepat dari bibir tipis yang membentuk kurva bibir sempurna, salah satu bagian wajah yang selalu membaut laki-laki menarik, "Abis kuliah, kita langsung siap-siap aja, rumah lu dimana? atau lu mau pergi beli baju dulu atau gimana? Lu mau beli tiketnya dulu? Gue anter deh."

Terkejut dan bingung mau jawab apa. Rahma cuma bisa bilang sambil menatap lurus catatannya, "Aku udah ada tiket. Udah rencana pergi soalnya. Aku ga tau mau kemana..." 

"HAH? Serius lu? jadi lu, kamu, lu, suka juga band ini? KOK GA CERITA SIH?" sambut lelaki itu antusias dengan kesenangan dan kepuasan di wajahnya. Membuatnya semakin tampan, semakin susah ditolak. 

dan Rahma mulai tergoda dengan kemanisan dunia, keantusiasan yang tampaknya jujur... 

Rahma terbawa suasana dan mulai bercerita, mereka bercerita dan larut dalam pembicaraan sampai tiba-tiba perkataan dosen mengejutkan  mereka, "Ya, sekian dulu kelas saya, ada pertanyaan?"

Rahma kontan menyesal. Ia tidak pernah melewatkan satu mata kuliah tanpa mendengarkan dan malah mengobrol begini. Tapi dia tidak bisa menyalahkan laki-laki menarik ini. Dia terlalu menarik. SANGAT MENARIK. Bahkan faktanya dia akan bersama dengan laki-laki ini sehari penuh.  

Mimpi apa aku semalam...

Dika
Kepuasan dan kelegaan mencapai hati Dika. Dika tidak pernah menyangka, Rahma akan se-menyenang-kan ini untuk diajak ngobrol. Ga nyangka juga, banyak kesukaan mereka yang sama, ga nyangka juga kalau sesungguhnya gadis ini cukup menarik. 

Tunggu. Cukup menarik? GA. Itu tadi pikiran yang sangat salah. Gue GA TERTARIK. Desi mana Desi. Gue suka sama Desi, Desi adalah gravitasi gue, ga ada yang lain. PDKT Desi itu susah, susah, susaaaaah, dibandingin sama nyari jarum ditumpukkan jerami, deketin Desi itu lebih susah, Dika harus mengalahkan ribuan laki-laki yang mengejarnya juga. Bahkan sampai sekarang, terkadang, kalau bisa malah, Desi dikasi kalung "DIKA'S" biar ga ada lagi yang deketin. Sumpah, ini ga hiperbola.

Tapi hari ini sungguh akan sangat menarik, Rahma... gadis yang ga bisa ditebak akan bersama-sama dengannya. 

Tunggu lagi. Harus ngomong apa dia ke Desi? dan juga orang-orang lain kalau dia akan pergi sama si kutu buku yang super serius ini? Bisa jatuh harga dirinya, reputasinya. 

Berpikir adalah hal yang sangat jarang dilakukan oleh Dika. Tapi demi konser, dan juga sedikit alasan untuk berada bersama Rahma.. Dia akan berusaha berpikir. Berpikir. Berpikir. Coba dunia ini kaya Dora The Explorer, semua begitu mudah, contoh, mau nyari gunung, tiba-tiba dibelakangnya udah muncul gunung yang tadi ketutupan awan doang. 

Oke ini rencananya, Dika akan bilang sama Desi kalau dia tidak jadi pergi ke konser dan bakalan ke rumah neneknya. Desi pasti langsung percaya. Desi ga mungkin muncul tiba-tiba di tempat konser. Jadilah. Gini aja.

Menghampiri Desi yang sedang dikerumuni banyak orang, mayoritas laki-laki, yagn modusnya mau tanya tugas, Dika sengaja melangkah dengan suara sepatu keras, udah mirip sama langkah paskibraka atau malah TNI. 

"Sayang, aku ga jadi ke konser" kata Dika pada Desi dengan suara pelan hingga cuma Desi dan angin yang menghembus lembut dapat mendengar ini. Desi langsung terkejut, air wajahnya berubah dari senyum ke arah sedih. "Seriusan? Pasti gara-gara ga ada yang temenin ya? Maaf ya, maaf" kata Desi dengan penuh ketulusan dan rasa bersalah. 

Ya ampun, Desi. Paling bisa bikin jantung gue berhenti. Cantik banget dia kalau lagi minta maaf gini. Aduh.

"Bukan sayang, cuma aku harus ke rumah nenek. Biasa, kunjungan rutin." Jawab Dika. 

Dengan senyum pahit dan pasrah, Desi mengangguk dan menggandeng tangan Dika keluar. 

Mereka tidak ada yang melihat, tidak ada yang menyadari, ada hati lain yang terluka melihat ini semua. Hati gadis yang tadinya berbunga dan menyadari posisinya.

Gadis ini berbalik dan melangkah pulang. Menyesal dan malu akan kesenangan sesaatnya. 

Ceritanya masih nyambung, folks. Ga mau ketinggalan? Subscribe please :D 

Wednesday, 6 March 2013

Another History to Share

Another day come, another had gone. 
Hey..
Don't you know you are making history?

YEHEY. Hello all. Greetings.

SAYA MENDEKLARASIKAN DENGAN INI SAYA SANGAT SIBUK. 

Ga, ga. Ga sok sibuk ini, sibuk beneran. 

Bayangin aja, hari ini ke kampus, setelah perjuangan mandi pagi dan melawat kabut tebal yang membuat jarak pandang mata hanya 5 cm (baca : asap bakaran sampah tetangga) dan perjuangan berjalan dari kost ke kampus yang....ga ada 5 menit sampai, pintu kelas belom dibuka. PINTUNYA DIKUNCI DAN TIADA YANG BISA MELEWATINYA, pengen aja capslock, biar ada efek kaya di film-film action, oh iya, back sound mission impossible jangan dilupain, terenet...terenet...

MEN. Seriuslah, kuliah mulai jam setengah 8, kelas baru dibuka setengah 9. Belum lagi gerakan mahasiswa yang haus ilmu pas pintu kelas dibuka, dibanding sama orang antri dan berebutan sembako, perebutan kursi ini lebih hot. Perebutan kursi DPR aja kalah. Apalagi saya. Intinya, hari ini saya duduk di paling belakang, di belakang, ujung, arah pukul 18.00, 32 derajat LS, 54 derajat BB. Ditambah dengan kursi yang super miring. Backsound : Jangan Menyreah-D'Masiv.

INTINYA KULIAH HARI INI SUPER FUN. Ini serius, ga bohong kok. Apalagi jam istirahatnya.

Entah kenapa, hari ini saya ga menempelkan-mata* saat mata kuliah pertama dan sangat beristirahat pas kuliah kedua, bersamaan dengan jatuhnya komet di planet Mars. 

*kemarin ada beberapa pihak yang protes mengenai kata KETIDURAN. Yah, udah diganti tuh, folks.

YAPS. 
Hari ini saya sukses buat sejarah baru dalam menghilangkan pena. DUA PENA HILANG. Tapi diketemukan lagi setelah penggalauan yang sangat panjang dan memilukan, setelah semua manusia tidak lagi menatap ke belakang, dan kucing tetangga ga lagi jadi tempat galau. Ternyata, pena tercinta itu, ada di tempat yang sangat tidak terduga, di dalam tas saya. Sumpah, ini ga terduga banget. Siapa coba yang bisa nge-duga, pena, di tas? Ga masuk akal men. Entah siapa yang masukkin. 

Pulang kuliah, sebagai mahasiswi yang sangat aktif berorganisasi, saya ada rapat, men. Ga cuma anggota pecinta kucing tetangga yang bisa rapat, saya juga bisa rapat. Setelah menunggu satu jam untuk rapat, rapat dibatalkan............... abaikan paragraf ini.

Hari ini, saya ga ketemu sama kakak ganteng, tapi ketemu sama kakak lucu, baik hati, tidak sombong, dan rajin menabung, DAN yang lagi nyari kost. Jodoh banget ya. Bisa sampai nyari kost ke tempat saya. HAHAHA. Maaf kak, kalau kakak baca, ini bukan kode atau modus kok

Sekarang saya lagi mau belajar. Haus ilmu. Yah, abis nonton Harry Potter atau MIB lah. Tapi nanti itu udah kemaleman, kata mama, ga boye bobo malem-malem, apa boleh buat, saya harus tidur cepat, besok deh belajarnya. 

Yaudah, jangan kangen dulu sama saya, besok saya nulis lagi kok. Baca From Ear to Brain ya folks. Bagus loh, seriusan, bagus. Apalagi kalau mau nyari tips dan saran percintaan, percayalah kasih cinta tak harus memiliki walau kau dengannya... galau.


I'm quite happy today, yet thankful to God as his blessing and his protection, trust me, all of things happened for a reason. 

Sunday, 3 March 2013

Emosi dan Kecerdasan Emosi

YEAH. Dari topik galau, saya pindah nulis topik yang lebih berat dari ular piton. Dari kelas Fisiologi, saya mendapatkan sebuah topik yang luar binasa biasa menarik. 

"Emosi dan Kecerdasan Emosi"
Materi oleh : NNR - dosen cantik rupawan luar dalam, ga percaya? Tanya anak PDU UNSRI 2012.

Emosi adalah setiap kegiatan atau pengolahan pikiran, setiap kegiatan mental yang hebat dan meluap-luap. Emosi merupakan suatu perasaan dan pikiran suatu keadaan biologis dan psikologis dari tubuh kita. Inilah yang mendorong perilaku kita dalam menanggapi suatu kejadian. 

Jadi kalau kita nangis guling-guling atau punya keinginan, cuma keinginan kok, mukul orang sekeras-kerasnya sampai giginya rontok, itu semua disebabkan emosi. 

Emosi tidak selalu negatif. Adanya emosi juga mendorong seseorang untuk melakukan sesuatu yang Ia sukai, seperti hobi atau berolahraga. Juga mungkin menyebabkan seseorang salah tingkah ketika gebetan lewat dan kepeleset serta akhirnya menyebabkan segala menjadi indah ketika jatuh cinta. Ini bukan pengalaman kok. Saya ini masih polos.

Emosi berlaku sebagai sumber energi, autentisitas, dan semangat manusia yang paling kuat, sumber kebijakan intuitif. Emosi, disebut juga, motus anima, yang berarti jiwa yang menggerakkan kita.

Beberapa emosi dasar manusia menurut Daniel Goleman adalah Cinta, yang merupakan sumber dari segala sumber kebahagiaan dan kesuntukan segala usia; Sedih; Takut; Kenikamatan; Rasa Jengkel; Malu; dan Terkejut.

Amarah membuat adrenalin lebih sehingga mendorong kita melakukan tindakan. Takut juga sama. Apalagi galau, bisa mendorong kita untuk duduk dipojokan sambil garuk-garuk tembok, menanti gebetan tak kunjung datang. Yang jika berlarut-larut akan menjadi patologis, depresi atau bahkan kelainan emosi bipolar.

Kemana kebahagiaan dan canda tawa? Mereka juga salah satu perasaan-perasaan yang menghasilkan reaksi dan gelombang energi yang besar bagi manusia. 

Emosi juga mengalami perkembangan dari awal tangisan bayi pertama yang menunjukkan emosi awalnya hingga manusia kembali kepada penciptanya. Emosi dibutuhkan untuk menjadi titik kematangan. Hormon-hormon juga sangat dipengaruhi oleh emosi ini.  

Jadi, emosi adalah gelombang energi yang memberikan motivasi untuk kehidupan. 

Sedangkan kecerdasan emosi adalah kemampuan merasakan, memahami, dan menerapkan secara efektif daya dan kepekaan emosi sebagai sumber energi, informasi, dan koneksi dan pengaruh manusiawi. 

Emosi erat berhubungan dengan anatomi otak, terutama amigdala. Manusia memiliki 2 amigdala, yang merupakan pusat pengendalian emosi. Misalnya untuk binatang yang diambil amigdalanya, kehilangan motivasi untuk bertahan hidup. Jadi kegalauan dunia ini berasal dari Amigdala ckckck

Ingatan yang masuk ke dalam amigdala merupakan memori yang berkaitan dengan emosi besar. Jadi kalau seseorang mengalami amnesia, Ia akan melupakan semuanya namun kegiatan yang mengandung emosi besar, Ia tidak akan lupa, contoh lagi, kalau ada orang jatuh cinta sampai tergila-gila kaya kucing tetangga di musim kawin, terus kecelakaan, Ia tidak akan lupa cintanya (?) memori berkaitan kuat dengan emosi. 

Amigdala tidak memungkinkan orang untuk berpikir atau berlogika, hal ini menyebabkan orang yang sedang emosi selalu bertindak tanpa berpikir. Akibat emosi juga menimbulkan keputusan yang kurang optimal dan juga menimbulkan penyesalan, kayanya ini yang terjadi sama pasangan-pasangan putus nyambung. Ga pake pikir panjang, hmm jadi maklumi orang yang lagi emosi ya.


Amigdala juga merupakan penyebar sinyal waspada ke seluruh bagian otak sehingga otak menjadi bersiap, dan menimbulkan tindakan, misalnya bulu kuduk berdiri, ekspresi takut, napas pendek dan dangkal, dsb. Amigdala dapat menerima informasi talamus lebih cepat dibandingkan korteks otak, padahal korteks otak adalah bagian yang ber-logika dan analisis. Hal ini menyebabkan amigdala menimbulkan reaksi cepat, misalkan rumah kebakaran, orang langsung berlari cepat atau langsung lemas dan mau kabur ketika melakukan hal konyol di depan gebetan, ini ga pernah kejadian sama saya kok, sumpah. 

Kecerdasan emosi tidak dikeluarkan dari intelektualitas seseorang tetapi dari hati nurani dan memiliki fungsi yang luar biasa. Dari pembawa pesan dari hati, pembagi informasi, pembangkit energi, dan juga menjaga emosi. Kecerdasan emosi merupakan salah satu hasil dari pengendalian dan pemusatan emosi yang baik. Kecerdasan emosi ini dapat dipelajari dan berubah menjadi baik, berbeda dengan intelektual yang sudah relatif permanen dan begitu-begitu saja, jadi yang sabar ya. Bertitik berat pada biologis dan emosi. DANNN JENGJENGJENGG, berperan 40% dalam keberhasilan pembentukan kecerdasan emosi lain. Jadi kalo mau pinter, emosinya harus bagus dulu, ya mblo. 

Bukan berarti EQ lebih penting dibanding IQ, penggunaan kecerdasan ini situasional, sama penting. Saling berhubungan dan juga saling melengkapi, seperti cinta kita selama ini walau bertepuk sebelah tangan.

Sekian folks. Semoga bisa membantu, maaf lebih banyak curhat dibanding materi.