Wednesday, 17 April 2013

Mahasiswa FK UNSRI Terjebak Kemacetan Sembilan Jam


Haloooo. Ini sebenernya tugas jurnalistik dari Medifka, Badan Otonom di Unsri, tapi boleh lah di share. Bagus juga. HAHAHA. -AKS

            Selasa, 9 April 2013, sebanyak ± 246 mahasiswa/i Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya angkatan 2012, mengikuti praktikum anatomi di Indralaya (KM 32 Palembang). Kegiatan ini berlangsung dari pukul 08.00 pagi dan berakhir pukul 15.00, sebagai informasi, waktu berakhir disesuaikan dengan pembagian kelompok belajar yang telah ditentukan sebelumnya. Kebetulan pada hari itu, dua kelompok terakhir (L1 dan L2) yang berjumlah masing-masing 73 mahasiswa/i, pulang paling akhir yaitu pada pukul 14.00 (L1) dan 15.00 (L2). Praktikum hari itu berjalan sangat lancar. Tantangan baru dimulai ketika perjalanan pulang ke Palembang, kemacetan menanti mereka. Bis-bis yang mereka naiki hanya bisa bergerak ±5 meter/jam.
            Kemacetan ini disebabkan adanya dua kecelakaan di perjalanan Indralaya-Palembang. Kecelakaan pertama (tabrakan antara truk dan truk) terletak di sekitar km 28 dan kecelakaan kedua terletak di km 20 (persenggolan antar mobil pribadi). Kendaraan-kendaraan yang tidak sabar dan berusaha memotong jalan pun juga semakin menambah kemacetan dalam perjalanan tersebut.
Melihat kenyataan ini, mahasiswa/i ini hanya dapat berpasrah dan berharap kemacetan ini segera berakhir. Harapan ini sirna ketika mereka masih berada di km 27 pada saat pukul 20.00. Tapi mereka tidak kehilangan semangat belajar. Untuk menanggulangi beban kuliah dan tugas yang harus diselesaikan keesokan harinya, mereka mengupayakan belajar bersama di dalam bis. Mereka berdiskusi dan saling berbagi ilmu yang mereka ketahui. Mereka juga berusaha memecah suasana khawatir dengan bernyanyi bersama, lagu-lagu pop, jazz, bahkan dangdut sudah mereka nyanyikan. Hal ini jelas membuat suasana di dalam bis menjadi heboh dan lebih menyenangkan.
Perlahan tapi pasti, bis mereka akhirnya mencapai Palembang pada pukul 23.30 dan mereka dapat pulang ke rumah masing-masing. Meski berat dan banyak tantangan, perjalanan Indralaya-Palembang ini jelas telah memberikan pengalaman yang berharga yaitu kebersamaan dan persahabatan yang terjalin selama 9 jam di dalam bis.